Tondoh, Kutai Barat, 09 April 2026 – Badan Usaha Milik Kampung (BUMKa) Tondoh Bersatu mulai menunjukkan perkembangan positif dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Kampung Tondoh. Meski tergolong baru berjalan sejak Februari, BUMKa ini telah menghadirkan dua unit usaha strategis yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Ketua BUMKa, Senny Charmella, didampingi Sekretaris Hettika dan Bendahara Oetomo Darmilie, menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua unit usaha yang aktif dijalankan, yaitu pengelolaan minyak jelantah dan jasa angkutan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
“Untuk saat ini memang baru dua unit usaha yang berjalan, yaitu minyak jelantah dan jasa angkutan TBS. Namun kami optimis ke depan akan berkembang,” ujar Senny.
Solusi Lingkungan dan Tambahan Penghasilan Warga
Unit usaha minyak jelantah menjadi salah satu program unggulan karena tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga lingkungan. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk mengumpulkan minyak goreng bekas yang sebelumnya dibuang menjadi limbah.
“Selain mengurangi limbah, ini juga membuka peluang bagi ibu rumah tangga untuk mendapatkan penghasilan tambahan, meskipun nominalnya tidak besar,” jelasnya.
Minyak jelantah yang dikumpulkan nantinya disalurkan kembali ke pihak pengelola lanjutan, sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih baik.
Peran Strategis BUMKa dalam Ekonomi Kampung
BUMKa Tondoh Bersatu memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian kampung, di antaranya:
- Membuka lapangan pekerjaan
- Mengelola potensi usaha lokal
- Mendorong kreativitas ekonomi masyarakat
- Menjalin kemitraan usaha
Selain itu, BUMKa juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Kampung (PAD). Bahkan, pada Maret lalu, kontribusi awal sudah mulai masuk ke kas pemerintah kampung, meskipun persentasenya masih dalam tahap perhitungan.
Potensi Usaha yang Terus Dikembangkan
Ke depan, BUMKa melihat berbagai peluang usaha yang sangat potensial di Kampung Tondoh, antara lain:
- Penyediaan BBM untuk masyarakat
- Peternakan dan pertanian
- Usaha kuliner
- Jasa transportasi
- Penyediaan sarana pertanian seperti pupuk dan bibit
“Potensi di sini sangat besar, terutama kebutuhan masyarakat sehari-hari. Sayang jika tidak dimanfaatkan,” ungkap Senny.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski menunjukkan perkembangan positif, BUMKa masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada aspek permodalan dan fasilitas seperti gudang penyimpanan.
Namun demikian, semangat untuk terus berkembang tetap menjadi prioritas utama. BUMKa juga telah melakukan berbagai upaya promosi melalui media sosial, serta sosialisasi di tingkat RT dan kampung.
Dalam visi jangka panjang, BUMKa Tondoh Bersatu menargetkan peningkatan jumlah unit usaha, penguatan SDM, serta perluasan jaringan kemitraan dengan pihak swasta.
“Harapan kami, BUMKa ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi kampung dan menciptakan kemandirian dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada,” tutupnya.




















