SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KAMPUNG TONDOH KECAMATAN MOOK MANAAR BULATN KABUPATEN KUTAI BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
👉 🌐 www.kampungtondoh.com

Usaha Ayam Potong Junma di Kampung Tondoh Bertahan Dua Dekade, Jadi Peluang Ekonomi Warga

TONDOH, Kutai Barat — Di tengah geliat pembangunan Kampung Tondoh, sektor usaha kecil masyarakat terus menunjukkan daya tahan dan peluang ekonomi yang menjanjikan. Salah satunya datang dari usaha ayam potong milik Junma, warga setempat yang telah menggeluti usaha tersebut sejak puluhan tahun lalu.

Wawancara dengan pelaku usaha dilakukan pada Rabu, 15 April 2026, yang menggambarkan kondisi riil usaha masyarakat di kampung tersebut.

Junma, pemilik usaha ayam potong di Kampung Tondoh, telah menjalankan usahanya sejak sekitar tahun 2005 dan hingga kini tetap bertahan di tengah berbagai dinamika pasar.

“Saya usaha ayam potong sudah cukup lama, kurang lebih sejak 2005. Sampai sekarang masih berjalan,” ujarnya.

Dalam operasionalnya, usaha ini mampu menampung hingga sekitar 500 ekor ayam dalam satu kandang, terutama saat menghadapi momen permintaan tinggi seperti Tahun Baru dan hari raya keagamaan.

“Kalau momen besar seperti Tahun Baru atau hari raya, bisa sampai sekitar 500 ekor. Tapi untuk hari biasa, penjualan sekitar 200 ekor per minggu,” jelas Junma.

Pasar utama dari usaha ini masih didominasi oleh masyarakat lokal. Namun, tidak menutup kemungkinan pembeli dari luar kampung juga dilayani sesuai permintaan.

“Pembelinya kebanyakan masyarakat sini, tapi kalau ada dari luar ya tetap kami layani,” tambahnya.

Keterangan Foto:Kandang ayam potong milik Junma, warga Kampung Tondoh, yang mampu menampung hingga 500 ekor ayam dan menjadi salah satu usaha ekonomi masyarakat setempat.
Keterangan Foto:
Kandang ayam potong milik Junma, warga Kampung Tondoh, yang mampu menampung hingga 500 ekor ayam dan menjadi salah satu usaha ekonomi masyarakat setempat.

Meski telah berjalan lama, usaha ayam potong tidak lepas dari tantangan, terutama dalam hal pemasaran yang fluktuatif mengikuti kondisi permintaan pasar.

“Tantangan biasanya di pemasaran, karena tidak setiap hari ramai. Jadi harus menyesuaikan dengan situasi,” ungkapnya.

Menariknya, di Kampung Tondoh, usaha ayam potong masih tergolong terbatas. Junma menjadi salah satu pelaku utama di bidang ini, meskipun ada pedagang lain yang menjual ayam sebagai bagian dari usaha sembako atau sayuran.

Kondisi ini justru membuka peluang besar bagi pengembangan usaha ke depan. Dengan permintaan yang meningkat pada momen tertentu, potensi ekspansi usaha masih terbuka, termasuk rencana penambahan kapasitas kandang.

“Ada rencana untuk menambah kapasitas, tapi tetap melihat kondisi pasar. Kalau permintaan meningkat, tentu akan kami kembangkan,” katanya.

Dari sisi pengelolaan, sistem usaha yang dijalankan cukup sederhana namun efektif. Ayam biasanya didatangkan dari pemasok dan dijual dalam waktu singkat, sehingga biaya perawatan dapat ditekan.

Keberhasilan usaha yang dijalankan Junma ini menjadi gambaran nyata bahwa sektor UMKM di Kampung Tondoh memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dengan dukungan pasar lokal serta peluang pengembangan ke depan, usaha ayam potong menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat yang patut diperhitungkan.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *